Makalah Emulsi

Respons: 0 komentar





BAB I
PENDAHULUAN 

Sistem koloid banyak digunakan pada kehidupan sehari-hari, terutama dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini disebabkan sifat karakteristik koloid yang penting, yaitu dapat digunakan untuk mencampur zat-zat yang tidak dapat saling melarutkan secara homogen dan bersifat stabil untuk produksi dalam skala besar.Salah satu sistem koloid yang ada dalam kehidupan sehari – hari dan dalam industri adalah jenis emulsi.

Emulsi merupakan suatu sistem yang tidak stabil, sehinggkan  dibutuhkan zat pengemulsi atau emulgator untuk menstabilkannya sehingga antara zat yang terdispersi dengan pendispersinnya tidak akan pecah atau keduannya tidak akan terpisah. Ditinjau dari segi kepolaran, emulsi merupakan campuran cairan polar dan cairan non polar. Salah satu emulsi yang kita kenal sehari-hari adalah susu, di mana lemak terdispersi dalam air. Dalam susu terkandung kasein suatu protein yang berfungsi sebagai zat pengemulsi. Bebera contoh emulsi yang lain adalah pembuatan es krim, sabun, deterjen, yang menggunakan pengemulsi gelatin.

Dari hal tersebut diatas maka sangatlah penting untuk mempelajari sistem emulsi karena dengan tahu banyak tentang sistem emulsi ini maka akan lebih mudah juga untuk mengetahui zat – zat pengemulsi apa saja yang cocok untuk menstabilkan emulsi selain itu juga dapat diketahui faktor – faktor yang menentukan stabilnya emulsi tersebut karena selain faktor zat pengemulsi tersebut juga dipengaruhi gaya sebagai penstabil emulsi.
 Sistem emulsi termasuk jenis koloid dengan fase terdispersinya berupa zat cair namun dalam makalah ini kita hanya akan membahas mengenai sistem emulsi saja diantaranya dari defenisi emulsi, mekanisme secara kimia dan fisika, teori dan persamaannya dan serta penerapannya dalam kehidupan sehari – hari dan industri. 
 
BAB II
ISI
  1.      DEFINISI EMULSI
Emulsi merupakan jenis koloid dengan fase terdispersinnya berupa fase cair dengan medium  pendispersinya bisa berupa zat padat, cair, ataupun gas. Emulsi merupakan sediaan yang mengandung dua zat yang tidak dapat bercampur, biasanya terdiri dari minyak dan air, dimana cairan yang satu terdispersi menjadi butir-butir kecil dalam cairan yang lain. Dispersi ini tidak stabil, butir – butir ini bergabung ( koalesen ) dan membentuk dua lapisan yaitu air dan minyak yang terpisah yang dibantu oleh zat pengemulsi (  emulgator )  yang merupakan komponen yang paling penting untuk memperoleh emulsi yang stabil. Zat pengemulsi (emulgator) merupakan komponen yang paling penting agar memperoleh emulsi yang stabil. Zat pengemulsi adalah PGA, tragakan, gelatin, sapo dan lain-lain. Emulsi dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu emulsi vera (emulsi alam) dan emulsi spuria (emulsi buatan). Emulsi vera dibuat dari biji atau buah, dimana terdapat disamping minyak lemak juga emulgator yang biasanya merupakan zat seperti putih telur (Anief, 2000).
Konsistensi emulsi sangat beragam, mulai dari cairan yang mudah dituang hingga krim setengah padat. Umumnya krim minyak dalam air dibuat pada suhu tinggi, berbentuk cair pada suhu ini, kemudian didinginkan pada suhu kamar, dan menjadi padat akibat terjadinya solidifikasi fase internal. Dalam hal ini, tidak diperlukan perbandingan volume fase internal terhadap volume fase eksternal yang tinggi untuk menghasilkan sifat setengah padat, misalnya krim stearat atau krim pembersih adalah setengah padat dengan fase internal hanya hanya 15%. Sifat setengah padat emulsi air dalam minyak, biasanya diakibatkan oleh fase eksternal setengah padat (Anonim, 1995).
Polimer hidrofilik alam, semisintetik dan sintetik dapat dugunakan bersama surfakatan pada emulsi minyak dalam air karena akan terakumulasi pada antar permukaan dan juga meningkatkan kekentalan fase air, sehingga mengurangi kecepatan pembenrukan agregat tetesan. Agregasi biasanya diikuti dengan pemisahan emulsi yang relatif cepat menjadi fase yang kaya akan butiran dan yang miskin akan tetesan. Secara normal kerapatan minyak lebih rendah daripada kerapatan air, sehingga jika tetesan minyak dan agregat tetesan meningkat, terbentuk krim. Makin besar agregasi, makin besar ukuran tetesan dan makin besar pula kecepatan pembentukan krim (Anonim, 1995).
Semua emulsi memerlukan bahan anti mikroba karena fase air mempermudah pertumbuhan mikroorganisme. Adanya pengawetan sangat penting untuk emulsi minyak dalam air karena kontaminasi fase eksternal mudah terjadi. Karena jamur dan ragi lebih sering ditemukan daripada bakteri, lebih diperlukan yang bersifat fungistatik atau bakteriostatik. Bakteri ternyata dapat menguraikan bahn pengemulsi ionik dan nonionik, gliserin dan sejumlah bahan pengemulsi alam seperti tragakan dan gom (Anonim, 1995).
Masing – masing emulsi dengan medium pendipersi yang berbeda juga mempunyai nama yang berbeda,yaitu sebagai berikut:
a)      Emulsi gas (aerosol cair )
Emulsi gas merupakan emulsi dengan fase terdispersinnya berupa fase cair dan medium pendispersinnya berupa gas.Salah satu contohnya  hairspray, dimana dapat membentuk emulsi gas yang diingikan karena adannya bantuan bahan pendorong atau propelan aerosol

b)      Emulsi cair
Emulsi cair merupakan emulsi dengan fase terdispersinya maupun pendispersinnya berupa fase cairan yang tidak saling melarutkan karena kedua fase  bersifat polar dan  non polar.Emulsi ini dapat digolongkan menjadi 2 jenis yaitu emulsi minyak didalam air contoh susu terdiri dari lemak sebagai fase terdispersi dalam air jadi butiran minyak didalam air atau emulsi air dalam minyak contoh margarine terdispersi dalam minyak jadi butiran air dalam minyak.

c)      Emulsi padat
Emulsi padat merupakan emulsi dengan fase terdispersinnya cair dengan fase pendispersinnya berupa fase padat.Contoh : Gel yang dibedakan menjadi gel elastic dan gel non elastic dimana gel elastic ikatan partikelnya tidak kuat sedangkan non elastic ikatan antar partikelnya membentuk ikatan kovalen yang kuat.
            Gel elastic dapat  dibuat dengan mendinginkan sol iofil yang pekat contoh gel ini adalah gelatin dan sabun.Sedangkan gel non-elastis dapat dibuat secara kimia sebagai contoh gel silica yang terbentuk karena penambahan HCl pekat dalam larutan natrium silikat sehingga molekul – molekul asam silikat yang terbentuk akan terpolimerisasi dan membentuk gel.
            (http://www.freewebs.com/leosylvi/koloidemulsi.htm)
            Terdapat 2 tipe emulsi yaitu sebagai berikut :
1)      Emulsi A/M yaitu butiran – butiran air terdispersi dalam minyak
Pada emulsi ini butiran – butiran air yang hidrofilik  stabil dalam minyak yang hidrofobik.
2)      Emulsi M/A yaitu butiran – butiran minyak terdispersi dalam air
Minyak yang hidrofobik stabil dalam air yang hidrofilik
Emulsi merupakan suatu sistem yang tidak stabil, sehingga dibutuhkan zat pengemulsi atau emulgator untuk menstabilkan. Tujuan dari penstabilan adalah untuk mencegah pecahnya atau terpisahnya antara fase terdispersi dengan pendispersinnya. Dengan penambahan emulgator berarti telah menurunkan tegangan permukaan secara bertahap  sehingga akan menurunkan energi bebas pembentukan emulsi, artinya dengan semakin rendah energi bebas pembentukan emulsi akan semakin mudah.
Namun kesetabilan emulsi juga dipengaruhi beberapa faktor lain yaitu, ditentukan gaya – gaya:
·         Gaya tarik – menarik yang dikenal gaya Van der walss. Gaya ini menyebabkan partikel – partikel koloid membentuk gumpalan lalu mengendap
·         Gaya tolak – menolak yang terjadi karena adanya lapisan ganda elektrik yang muatannya sama saling bertumpukan.

Sedangkan bentuk – bentuk ketidak stabilan dari emulsi sendiri ada beberapa macam yaitu sebagai berikut :
·         Flokulasi, karena kurangnya zat pengemulsi sehingga kedua fase tidak tertutupi oleh lapisa pelindung sehingga terbentuklah flok –flok atau sebuah agregat
·         Koalescens, yang disebabkan hilangnya lapisan film dan globul sehingga terjadi pencampuran
·         Kriming, adanya pengaruh gravitasi membuat emulsi memekat pada daerah permukaan dan dasar
·         Inversi massa (pembalikan massa ) yang terjadi karena adannya perubahan viskositas
·         Breaking/demulsifikasi, lapisan film mengalami pemecahan sehingga hilang karena pengaruh suhu.
(Ladytulipe, 2009)

Emulsi dapat mengalami kestabilan namun juga dapat mengalami kerusakan (Demulsifikasi)  dimana rusaknya emulsi ini disebabkan faktor suhu, rusaknya emulgator sendiri, penambahan elektrolit sehingga semua ini akan dapat menyebabkan timbulnya endapan atau terjadi sedimentasi atau membentuk krim.Contoh penggunaan proses demulsifikasi dengan menambahkan elektrolit guna pemisahan karet dalam lateks yaitu menambahkan asam format asam asetat.

(Nuranimahabah,2009
  2.      MEKANISME SECARA KIMIA DAN FISIKA

a)      Mekanisme secara kimia
Mekanisme secara kimia dapat kita jelaskan pada emulsi air dan minyak. Air dan minyak dapat bercampur membentuk emulsi cair apabila suatu pengemulsi ditambahkan, karena kebanyakan emulsi adalah disperse air dalam minyak dan dispersi minyak dalam air, sehingga emulgator yang digunakan harus dapat larut dalam air maupun minyak. Contoh pengemulsi tersebut adalah senyawa organik yang mempunyai gugus hidrofilik dan hidrofobik, bagian hidrofobik akan berinteraksi dengan minyak sedangkan yang hidrofilik dengan air sehingga terbentuklah emulsi yang stabil.

b)      Mekanisme secara fisika
Secara fisika emulsi dapat terbentuk karena adanya pemasukan tenaga misalnya dengan cara pengadukan. Dengan adanya pengadukan maka fase terdispersinya akan tersebar merata ke dalam medium pendispersinya.
(Ian, 2009)
  3.      TEORI DAN PERSAMAAN

Satu variable penting dalam uraian emulsi - emulsi adalah fraksi volum ǿ , dalam dan luar fase.Untuk tetesan bentuk bola radius α, fraksi volume diberikan sejumlah densitas n, waktu untuk volum bentuk bola ǿ = 4πα3 n/3 .Banyak sifat – sifat emulsi ditandai ole jumla volumnya.
Tetesan emulsi karena lemah atau tidak stabil nilai fraksi volume ǿ bisa diantara 3- 6 untuk kebanyakan sistem emulsi.
Konduktivitas dari emulsi sendiri dapat ditentukan dengan teori klasik (Maxwell)
 Dimana K, Km dan Kd adalah konduktivitas spesifik dari emulsi,medium pendispersi dan fase terdispersi.
 Dalam sistem koloi akan terjadi peningkatan dielektrika, salah satu model untuk menentukan konstanta dieletrika tipe emulsi adalah:
·         Tipe M/A
 
·         Tipe A/M
 
Dimana €∞ dan €s adalah permitivitas dengan frekuensi tinggi dan statis.T waktu tenggang dan α luas pendistribusian, serta ώ adalah komponen polarisasi.

  4.      KESTABILAN EMULSI

Bila dua larutan murni yang tidak saling campur/ larut seperti minyak dan air, dicampurkan, lalu dikocok kuat-kuat, maka keduanya akan membentuk sistem dispersi yang disebut emulsi. Secara fisik terlihat seolah-olah salah satu fasa berada di sebelah dalam fasa yang lainnya. Bila proses pengocokkan dihentikan, maka dengan sangat cepat akan terjadi pemisahan kembali, sehingga kondisi emulsi yang sesungguhnya muncul dan teramati pada sistem dispersi terjadi dalam waktu yang sangat singkat .
Kestabilan emulsi ditentukan oleh dua gaya, yaitu:
1.      Gaya tarik-menarikdikenal dengan gaya London-Van Der Waals. Gaya ini menyebabkan partikel-partikel koloid berkumpul membentuk agregat dan mengendap.
2.      Gaya tolak-menolak yang disebabkan oleh pertumpang-tindihan lapisan ganda elektrik yang bermuatan sama. Gaya ini akan menstabilkan dispersi koloid.
Ada beberpa faktor yang mempengaruhi kestabilan emulsi yaitu sebagai berikut :
1. Tegangan antarmuka rendah
2. Kekuatan mekanik dan elastisitas lapisan antarmuka
3. Tolakkan listrik double layer
4. Relatifitas phase pendispersi kecil
5. Viskositas tinggi.

  5.      ADA BEBERAPA CARA PEMBUATAN EMULSI

a.      Dengan Mortir dan Stampel
Sering digunakan untuk membuat minyak lemak dalam ukuran kecil
b.      Botol
Minyak dengan viskositas rendah dapat dibuat dengan cara dikocok dalam botol pengocokan dilakukan terputus – putus untuk memberi kesempatan emulgator bekerja.
  c.       Mixer
Partikel fase dispersi dihaluskan dengan memasukkan kedalam ruangan yang didalamnya terdapat pisau berputar denagn kecepatan tinggi.
d.      Homogenizer
Dengan melewatkan partikel fase dispersi melewati celah sempit, sehingga partikel mempunyai ukuran yang sama.

  6.     CARA PEMURNIAN KOLOID

Seringkali terdapat zat-zat terlarut yang tidak diinginkan dalam suatu pembuatan suatu sistem koloid. Partikel-partikel tersebut haruslah dihilangkan atau dimurnikan guna menjaga kestabilan koloid. Ada beberapa metode pemurnian yang dapat digunakan, yaitu :

1.    DIALISIS
Dialisis adalah proses pemurnian partikel koloid dari muatan-muatan yang menempel pada permukaannya. Pada proses dialisis ini digunakan selaput semipermeabel. Pergerakan ion-ion dan molekul – molekul kecil melalui selaput semipermiabel disebut dialysis. Suatu koloid biasanya bercampur dengan ion-ion pengganggu, karena pertikel koloid memiliki sifat mengadsorbsi. Pemisahan ion penggangu dapat dilakukan dengan memasukkan koloid ke dalam kertas/membran semipermiabel (selofan), baru kemudian akan dialiri air yang mengalir. Karena diameter ion pengganggu jauh lebih kecil daripada kolid, ion pengganggu akan merembes melewati pori-pori kertas selofan, sedangkan partikel kolid akan tertinggal.
Proses dialisis untuk pemisahan partikel-partikel koloid dan zat terlarut dijadikan dasar bagi pengembangan dialisator. Salah satu aplikasi dialisator adalah sebagai mesin pencuci darah untuk penderita gagal ginjal. Jaringan ginjal bersifat semipermiabel, selaput ginjal hanya dapat dilewati oleh air dan molekul sederhana seperti urea, tetapi menahan partikel-partikel kolid seperti sel-sel darah merah.

  2.    ELEKTODIALISIS
Pada dasarnya proses ini adalah proses dialysis di bawah pengaruh medan listrik. Cara kerjanya; listrik tegangan tinggi dialirkan melalui dua layer logam yang menyokong selaput semipermiabel. Sehingga pertikel-partikel zat terlarut dalam sistem koloid berupa ion-ion akan bergerak menuju elektrode dengan muatan berlawanan. Adanya pengaruh medan listrik akanmempercepat proses pemurnian sistem koloid. Elektrodialisis hanya dapat digunakan untuk memisahkan partikel-partikel zat terlarut elektrolit karena elektrodialisis melibatkan arus listrik.

3.    PENYARING ULTRA

Partikel-partikel kolid tidak dapat disaring biasa seperti kertas saring, karena pori-pori kertas saring terlalu besar dibandingkan ukuran partikel-partikel tersebut. Tetapi, bila kertas saring tersebut diresapi dengan selulosa seperti selofan, maka ukuran pori-pori kertas akan sering berkurang. Kertas saring yang dimodifikasi tersebut disebut penyaring ultra.
Proses pemurnian dengan menggunakan penyaring ultra ini termasuklambat, jadi tekanan harus dinaikkan untuk mempercepat proses ini. Terakhir, partikel-pertikel koloid akan teringgal di kertas saring. Partikel-partikel kolid akan dapat dipisahkan berdasarkan ukurannya, dengan menggunakan penyaring ultra bertahap.
  
               4.  PENERAPAN DALAM PERISTIWA SEHARI DANINDUSTRI


a.       Penerapan dalam kehidupan sehari-hari

Salah satu contoh penerapan emulsi dalam kehidupan sehari-hari adalah penggunaan detergen untuk mencuci pakaian, dimana detergen merupakan suatu emulgator yang akan menstabilkan emulsi minyak (pada kotoran) dan air. Detergen terdiri dari bagian hidrofobik dan hidrofilik, minyak akan terikat pada bagian hidrofobik dari detergen sehingga bagian luar dari minyak akan menjadi hidrofilik secara keseluruhan, sehingga terbentuk emulsi minyak dan air, dimana kotoran akan terbawa lebih mudah oleh air.

b.      Penerapan dalam bidang industri

Dalam bidang industri salah satu sistem emulsi yang digunakan adalah industri saus salad yang terbuat dari larutan asam cuka dan minyak. Dimana asam cuka bersifat hidrofilik dan minyak yang bersifat hidrofobik, dengan mengocok minyak dan cuka. Pada awalnya akan mengandung butiran minyak yang terdispersi dalam larutan asam cuka setelah pengocokan dihentikan, maka butiran-butiran akan bergabung kembali membentuk partikel yang lebih besar sehingga asam cuka dan minyak akan terpisah lagi. Agar saus salad ini kembali stabil maka dapat ditambahkan emulagator misalnya kuning telur yang mengandung lesitin. Sistem koloid ini dikenal sebagai mayonnaise.


BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN

            Emulsi merupakan jenis koloid dengan fase terdispersinnya berupa fase cair dengan medium  pendispersinya bisa berupa zat padat, cair, ataupun gas. Emulsi merupakan sediaan yang mengandung dua zat yang tidak dapat bercampur, biasanya terdiri dari minyak dan air, dimana cairan yang satu terdispersi menjadi butir-butir kecil dalam cairan yang lain. Emulsi dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu emulsi vera (emulsi alam) dan emulsi spuria (emulsi buatan). Emulsi vera dibuat dari biji atau buah, dimana terdapat disamping minyak lemak juga emulgator yang biasanya merupakan zat seperti putih telur.
Dengan mengetahui sistem emulsi maka kita akan mengetahui sifat – sifat emulsi, stabil atau tidak stabilnya suatu emulsi serta faktor apa yang membuat emulsi tidak stabil sehingga kita akan dapat menentukan zat pengemulsi untuk dapat menstabilkannya.Sebagai contoh detergen yang digunakan untuk mencuci disini detergen berfungsi sebagai emulgator yang dapat menstabilkan emulsi air dan minyak sehingga minyak dapat mudah lepas dari pakaian.Selain itu dalam bidang industri contohnya pembuatan saus salad, saus salad dari asam cuka dan minyak yang awalnya stabil saat pengocokan namun setelah pengocokan dihentikan kedua fase akan terpisah lagi sehingga dibutuhkan kuning telur sebagai emulgator.


DAFTAR PUSTAKA

http://www.freewebs.com/leosylvi/koloidemulsi.htm

Ian, 17 Januari 2009 , sistem koloid  http://blogkita.info/tag/emulsi/

Ibnuhayyan, 10 September 2008, colloid-chemistry
http://ibnuhayyan.wordpress.com/2008/09/10/emulsi/
Ladytulipe, 4 januari 2009 , Emulsi  http://ladytulipe.wordpress.com/2009/01/04/emulsi/

Nuranimahabah, 16 Mei 2009, koloid suspense larutan (kimia)
http://nuranimahabbah.wordpress.com/2009/05/16/koloid-suspensi-larutan-kimia/

Anief, 2000, Ilmu Meracik Obat, Teori dan Praktek, Gadjah Mada University press, Jogjakarta.




Thanks
Read More

Free Download Theme Windows 7 Black Edition Full Glass

Respons: 0 komentar


Theme Windows 7 Black Edition

Ass.. pada kesempatan ini saya ingin update Tema Windows 7, yaitu Theme Windows 7 Black Edition Full Glass yang keren banget bila di instal pada laptop anda, bagi yang belum tahu cara menginstal tema windows 7 ini berikut Cara Menginstal Tema Windows 7 agar Tampilan Tema Windows 7 Black Edition ini bisa Tampil sempurna.
Cara Memasang Tema Windows 7 Full Glass Disini

Fitur :
- Kursor Keren
- Skin Rocket Dock dan Folder Xtras
- Suara yang keren
- Dantampilan yang keren

Langkah Menerapkan :
- Install Theme Resource Changger ( Kalo yang sudah Menginstall nya, abaikan saja sobat )
- Install FUll Glass Exe, kalo Sudah Pernah Install, Abaikan Juga
- Buka Folder Theme, COpy kan Isinya Ke ( C: WIndows/Resource/Themes )
- Buka Personalize nya , silahkan Terapkan Themes nya
- Enjoy sobat.

Link Download :
Download Universal Theme Pacther 32bit atau 64bit
Download Theme Resource Changger dan FullGlass.exe
Download Tema Windows 7 Black Edition Full Glass
Selamat mendownload..

Sumber : http://pengertian-computer.blogspot.com/2013/06/theme-windows-7-black-edition-full-glass.html
Read More

Free Download Game FIFA Street 2 For PC

Respons: 6 komentar

Fifa Street 2

Download Fifa Street 2
FIFA Street 2: Prove you have what it takes in four on four gameplay action. Humiliate your opponents with the new beat system, over-the-top juggling moves and all-new gamebreakers that allow you to win a game like never before. Beat the best in the world by traveling to new International locations ranging from the famous Westway Leisure Centre in London to the beautiful beachside of Brazil. Featuring all new authentic tricks, FIFA Street 2 provides new gameplay experiences by making over the top moves and skills even bigger in this fast paced sequel. Take to the streets, unleash your tricks, and humble your rivals with or 
without the ball.
Link Download Indowebster
FIFA Street 2 is second installment in EA's four-on-four soccer game. FIFA Street 2 will feature improved controls, many more tricks, and a new juggle mechanic. Take part in game modes, such as friendly, rule the street, and skills challenge. Choose from 20 national teams and 300-plus real-life soccer stars. There are 10 playable venues ranging from London's Westway Leisure Center to the sandy beaches of Brazil.

System Requements :
Windows XP or Windows 2000
1.3 GHz Intel Pentium III or equivalent (Athlon/Duron/Celeron)
256 MB of RAM (512 MB recommended)
DirectX 9.0c Compatible 3D accelerated 128 MB video card or equivalent
1 GB free hard disk space
DirectX 9.0c Compatible Sound Card

Screenshoot :



Link Download Fifa Street 2 PC Game :
Read More

Rincian Simplisia Piperis Folium (Daun Sirih)

Respons: 3 komentar



Nama Daerah

Sumatra : Furu kuwe, Ranub, Belo, Demban
Jawa : Seddah, Suruh, Sere
Kalimantan : Uwit, Buyu, Uduhsifa, Sirih
Sulawesi : Gapura, Baulu, Dondili
NTB : Eta, Nahi

Pemerian

Bau aromatik khas, rasa pedas, khas

Pemeriksaan Makroskopik 

Daun tunggal, warna coklat kehijauan sampai coklat. Helaian daun berbentuk bundar telur sampai lonjong, ujung runcing, pangkal berbentuk jantung atau agak bundar berlekuk sedikit, pinggir daun rata agak menggulung ke bawah, panjang 5 cm sampai 18,5 cm, lebar 3 cm sampai 12 cm, permukaan atas rata, licin agak mengkilat, tulang daun agak tenggelam; permukaan bawah agak kasar, kusam, tulang daun menonjol, permukaan atas berwarna lebih tua dari permukaan bawah. tangkai daun bulat, warna coklat kehijauan, panjang 1,5cm sampai 8cm.

Pemeriksaan Mikroskopik 

Epidermis atas terdiri dari satu lapis sel, berbentuk persegi empat, kutikula tebal licin, pada pengamatan tangensial tampak berbentuk poligonal dengan dinding samping lurus. Epidermis bawah serupa dengan epidermis atas, pada pengamatan tangensial tampak berbentuk poligonal dengan dinding samping agak berombak. Pada kedua permukaan daun terdapat rambut penutup dan rambut kelenjar. Rambut pada epidermis atas lebih sedikit daripada epidermis bawah. rambut penutup terdiri dari satu sel bentuk kerucut pendek, ujung runcing, panjang 18 µm sampai 25 µm, dinding tebal, kutikula licin. Rambut kelenjar mempunyai kepala kelenjar bersel satu, bentuk bulat. Stomata tipe anomositik, panjang 25 µm sampai 35 µm terdapat banyak pada epidermis bawah, pada epidermis atas tidak ada stomata. Hipodermis terdapat pada kedua permukaan hipodermis atas umumnya terdiri dari dua lapis sel, hipodermis bawah umumnya satu lapis; sel hipodermis berbentuk persegi empat , besar, jernih, tersusun rapat; pda hipodrmis terdapat sel minyak berisi minyak atsiri berwarna kekuningan. Jaringan palisade terdiri dari satu lapis sel, terletak dibawah hipodermis atas, mengandung banyak butir hijau daun, juga terdapat sel minyak seperti sel pada hipodermis terdapat banyak sel minyak berisi minyak atsiri berwarna kekuningan. Jaringan palisade terdiri dari 1 lapis sel, terletak dibawah hipodermis atas, mengandung banyak butir hijau daun, juga terdapat sel minyak seperti sel minyak pada hipodermis. Jaringan bunga karang terdiri dari beberapa lapis sel, bentuk sel tidak beraturan, tersusun agak mendatar; sel minyak seperti pada palisade. Berkas pembuluh tipe kolateral, diantara jaringan floem terdapat sel minyak. Di atas berkas pembuluh pada tulang daun utama umumnya terdapat saluran sizogen; pada parenkim yang sederet dengan palisade terdapat banyak butir hijau daun; terdapat juga sel berisi hablur bentuk prisma yang tidak larut pada penambahan asam klorida pekat P.
Serbuk : warna hijau kecoklatan. Fragmen pengenal adalah fragmen permukaan daun bagian bawah, fragmen permukaan daun bagian atas, fragmen epidermis atas dan epidermis bawah, fragmen mesofil, fragmen pembuluh kayu.

Cara Identifikasi 

a. Pada 2 mg serbuk daun tambahkan 5 tetes asam sulfat P; terjadi warna coklat.
b. Pada 2 mg serbuk daun tambahkan 5 tetes asam klorida pekat P terjadi watna hijau.
c. Pada 2 mg serbuk daun tambahkan 5 tetes larutan natrium hidroksida P 5% b/v; terjadi warna coklat muda.
d. Pada 2 mg serbuk daun tambahkan 5 tetes besi (III) klorida LP. Terjadi warna coklat muda

Uji Kemurnian 

Kadar abu : tidak lebih dari 14%
Kadar abu yang tidak larut dalam asam : tidak lebih dari 7%
Kadar sari yang larut dalam air tidak kurang dari 14%
Kadar sari yang larut dalam etanol tidak kurang dari 4,5%
Bahan organik asing tidak lebih dari 2%

Kegunaan

Anti sariawan, anti batuk, adstrigen, antiseptik

Kandungan Senyawa

minyakatsiri mengandung hidroksi, kavikol, kavibetol, estragol, eugenol, metileugenol, karvakrol, terpinen, seskuiterpen, fenilpropan, tanin

Penulis

Erma Putri
 

Read More

Daftar Harga Laptop Acer Terbaru February 2014

Respons: 0 komentar

Pada kesempatan ini saya ingin membagikan sedikit informasi untuk anda seputar Harga Laptop Acer yang Terbaru, yang telah beredar di pasaran saat ini tentu memberikan pilihan tersendiri bagi Anda para penikmat / Pelanggan setia Acer. Reviews dari Harga berikut Spesifikasi pada masing-masing produk Acer dibawah ini semoga membantu Anda semuanya yang sedang mencari informasi terbaru tentang harga laptop saat ini di pasaran indonesia. 




Berikut kami sajikan detail harga dan Spesifikasi Acer Terbaru:
 
ACER Aspire E1-471 [NX.M0QSN.004] - Black
Intel Core i3-2348, 2GB DDR3, 500GB HDD, DVD±RW, VGA Intel HD Graphics, WiFi, Camera, 14" WXGA, Non OS
Harga : Rp 4,600,000


ACER Aspire Slim S3-391 [NX.M1FSN.008] Ultrabook
Intel Core i5-3337U, 4GB DDR3, 500GB HDD, VGA Intel HD Graphics 4000, WiFi, Bluetooth, Camera, 13.3" WXGA, Win 8
Harga : Rp 8,400,000


ACER Aspire E1-471G [NX.M1SSN.001] - Black
Intel Core i3-2328, 2GB DDR3, 500GB HDD, DVD±RW, NIC, WiFi, VGA NVIDIA GeForce GT 630M 1GB, Camera, 14" WXGA, Win 8 64 bit
Harga : Rp 5,450,000


ACER Aspire Slim S3-391 [NX.M1FSN.001] Ultrabook
Intel Core i7-3517U, 4GB DDR3, 500GB HDD, WiFi, Bluetooth, VGA Intel HD Graphics 4000, Camera, 13.3" WXGA, Win7 Home Premium
Harga : Rp 10,250,000


ACER Aspire Slim S3-391 [NX.M1FSN.007] Ultrabook
Intel Core i7-3517U, 4GB DDR3, 500GB HDD, VGA Intel HD Graphics 4000, WiFi, Bluetooth, Camera, 13.3" WXGA, Win 8
Harga : Rp 9,199,000


ACER Aspire Slim S3-951 [LX.RSF02.201] Ultrabook
Intel Core i3-2367M, 4GB DDR3, 500GB HDD, WiFi, Bluetooth, VGA Intel HD Graphics 3000, Camera, 13.3" WXGA, Win7 Home Premium
Harga : Rp 7,100,000


ACER Aspire Slim S7-191 [NX.M42SN.004] Ultrabook
Intel Core i5-3337U, 4GB DDR3, 128GB SSD, VGA Intel HD Graphics 4000, WiFi, Bluetooth, Camera, 11.6" FHD, Touchscreen, Win 8
Harga : Rp 13,299,000


ACER Aspire Slim S7-391 [NX.M3ESN.001] Ultrabook
Intel Core i7-3517U, 4GB DDR3, 256GB SSD, WiFi, Bluetooth, VGA Intel HD Graphics, Camera, 13.3" FHD, Touchscreen, Win8 64 bit
Harga : Rp 17,199,000


ACER Aspire Slim V5-471G [NX.M5USN.003] - Silver
Intel Core i3-3227U, 4GB DDR3, 500GB HDD, DVD±RW, WiFi, Bluetooth, VGA NVIDIA GeForce GT 710M 2GB, Camera, 14" WXGA, Non OS
Harga : Rp 5,900,000


ACER Aspire Slim V5-471P [NX.M3USN.003] - Silver
Intel Core i3-3217U, 4GB DDR3, 500GB HDD, DVD±RW, WiFi, Bluetooth, VGA Intel HD Graphics, Camera, 14" WXGA, Touchscreen, Win 8 64 bit
Harga : Rp 6,600,000


ACER Aspire Slim V5-471P [NX.M3USN.004] - Silver
Intel Core i3-3227U, 4GB DDR3, 500GB HDD, DVD±RW, VGA Intel HD Graphics, WiFi, Bluetooth, Camera, 14" WXGA, Touchscreen, Win8 .
Harga : Harga : Rp 7,000,000


ACER Aspire Slim V5-471PG [NX.M3TSN.003] - Silver
Intel Core i5-3317U, 4GB DDR3, 500GB HDD, DVD±RW, WiFi, Bluetooth, NVIDIA GeForce GT620M, Camera, 14" WXGA, Touchscreen, Win 8 64 bit
Harga : Rp 7,600,000


ACER Aspire V3-471G [NX.M5GSN.003] - Black
Intel Core i5-3230M, 4GB DDR3, 750GB HDD, DVD±RW, WiFi, Bluetooth, VGA NVIDIA GeForce GT 710M 2GB, Camera, 14" WXGA, Win8
Harga : Rp 7,199,000


Acer Aspire One 257 
Spesifikasi :Atom N570, 2GB DDR3, 320GB HDD, NIC, WiFi, Bluetooth, VGA Intel GMA 3150, Camera, 10.1inch WSVGA, Non OS ,  Harga : Rp. 2.4500.000


Acer Aspire One 522 
Spesifikasi :AMD C-50, 1GB DDR3, 320GB HDD, NIC, WiFi, ATI Radeon HD 6250, Camera, 10.1inch WXGA,                                    Harga : Rp. 2.500.000 


Acer Aspire One 722 
Spesifikasi :AMD C-50, 2GB DDR3, 320GB HDD, NIC, WiFi, ATI Radeon HD 6250, Camera, 11.6inch WXGA,                                    Harga : Rp. 2.700.000


Acer Aspire One Happy 2 
Spesifikasi :Atom N570, 2GB DDR3, 320GB HDD, NIC, WiFi, Bluetooth, VGA Intel GMA 3150, Camera, 10.1inch WSVGA, Non OS   Harga : Rp. 2.600.000


Acer Aspire One Happy 2 E 
Spesifikasi :Atom N570, 1GB DDR3, 320GB HDD, NIC, WiFi, Bluetooth, VGA Intel GMA 3150, Camera, 10.1inch WSVGA, Non OS    Harga : Rp. 2.400.000


Acer Aspire 3820T-382G50nss 
Spesifikasi :Core i3-380M, 2GB DDR3, 500GB HDD, DVD±RW, NIC, WiFi, VGA Intel GMA HD, Camera, 13.3inch WXGA, Win7 Home Basic Harga : Rp. 5.000.000


Acer Aspire 3830TG-2414G64Mn 
Spesifikasi :Core i5 2410M 2.3Ghz, 13.3inch HD Acer Cine, Crystal, 4GB, 640GB, DVDRW, Nvidia Geforce GT540 2GB, Camera, Wifi, Bluetooth, Win 7 Home Premium                                                 Harga : Rp. 7.400.000


Acer Aspire 4349-B802G32Mn 
Spesifikasi :Intel B800 1.5Ghz, 14inch HD Acer Cine Crystal, 2GB DDR3, 320GB, Intel GMA, DVDRW, Camera, Wifi, No Bluetooth, Card Reader, Non OS                                                                         Harga :Rp. 2.800.000


Acer Aspire 4349-B812G50Mnkk 
Spesifikasi :Intel B815 1.6Ghz, 14inch HD Acer Cine Crystal, 2GB DDR3, 500GB, Intel GMA, DVDRW, Camera, Wifi, No Bluetooth, Card Reader, Non OS.                                                                         Harga : Rp. 3.200.000


Acer Aspire 4352-B812G32Mikk 
Spesifikasi :Intel B815 1.6Ghz, 14inch HD Acer Cine Crystal, 2GB DDR3, 320GB, Intel GMA, DVDRW, Camera, Wifi, No Bluetooth, Card Reader, Non OS                                                                          Harga : Rp. 3.000.000


Acer Aspire 4739-372G32Mikk 
Spesifikasi :Core i3-370M, 2GB DDR3, 320GB HDD, DVD±RW, WiFi, VGA Intel HD Graphics, Camera, 14inch WXGA, Non OS.                 Harga : Rp. 4.200.000


Acer Aspire 4739-382G32Mnkk 
Spesifikasi :Core i3 380 2.5Ghz, 14.0inch HD Acer Cine Crystal, 2GB, 320GB, DVDRW, Wifi, No Bluetooth, Intel GMA, Camera, Non OS.      Harga : Rp. 4.000.000


Acer Aspire 4750-2332G50Mn 
Spesifikasi :Core i3-2330M, 2GB DDR3, 500GB HDD, DVD±RW, NIC, WiFi, Intel HD Graphics, Camera, 14inch WXGA, Windows 7 Home Basic.                                                                                            Harga : Rp. 4.850.000


Acer Aspire 4750z-B942G32Mn 
Spesifikasi : Pentium B940 2.0Ghz, 14.0inch HD Acer Cine Crystal, 2GB, 320GB, DVDRW, Intel GMA, Camera, Wifi, Non OS.                   Harga : Rp. 3.150.000


Acer Aspire 4752G-2332G64Mn 
Spesifikasi :Core i3 2330M 2.2Ghz, 14.0inch HD Acer Cine Crystal, 2GB, 640GB, DVDRW, Nvidia Geforce GT520 1GB, Camera, Wifi, No Bluetooth, Non OS.                                                                      Harga : Rp. 4.800.000


Acer Aspire 4755G-2412G64Mn 
Spesifikasi :Core i5-2410M, 2GB DDR3, 640GB HDD, DVD±RW, NIC, WiFi, Bluetooth, VGA NVidia Geforce GT540 1GB, Camera, 14inch WXGA, Non OS.                                                                          Harga : Rp. 6.350.000


Acer Aspire 4755G-2412G64Mn 
Spesifikasi :Core i5-2410M, 2GB DDR3, 640GB HDD, DVD±RW, NIC, WiFi, Bluetooth, VGA NVidia Geforce GT540 1GB, Camera, 14inch WXGA, Win7 Home Premium.                                                       Harga : Rp. 6.850.000.





Mungkin hanya sekian reviews dari Laptop Acer terbaru saat ini, semoga menjadi referensi bagi anda yang ingin membelinya..


http://hargalaptopterbaru2014.blogspot.com
Read More

Copyright © Saling Berbagi

Sponsored By: BloggerDesigned By: Habib Blog